Tumblr Mouse Cursors
SOME KIND OF WONDERFUL

Kepada Kamu Yang Ku Cintai Dari Jauh


Jika suatu hari kamu rindu dan ragaku terlalu jauh untuk kamu gapai,
berdoalah..
Agar aku dikuatkan, atau kamu diberikan rezeki berlebih untuk menemuiku.

Jika suatu hari kamu merasa tersisihkan karena semua kesibukanku,
mengertilah..
Aku disini berusaha, agar kelak kita bisa bersama dan kita tak perlu bekerja terlalu keras seperti ini, untuk membayar semua waktu saat kita terpisah seperti ini.

Jika suatu hari kamu tidak yakin akan semua yang kita jalani,
berusahalah..
Agar kita bisa diberikan jalan, atau setidaknya diberikan kemantapan hati untuk melalui apa yang sebenarnya begitu ganjil untuk dijalani. Mencintai dari jauh..

Jika suatu hari kamu membuka mata dan mendapati diriku tak ada disana,
bersabarlah..
Akan datang waktu, dimana jarak terjauh dari aku tak dapat melihatmu adalah ketika saling berpunggungan ketika tidur.

Jika suatu hari kamu mencari sosok untuk kamu rengkuh dengan erat dan sempurna,
cobalah tetap tenang..
Biarlah malaikat yang menjaga langkahmu, biarlah sayapnya menggenggammu erat dan membuatmu aman. Aku yakin, malaikat menyayangi mereka yang mencintai tanpa syarat.

Jika suatu hari kamu kebingungan menentukan langkah, sedangkan aku terlalu fana untuk bisa kamu andalkan,
Yakinilah..
Apapun jalan yang kamu ambil, selama untuk kebaikan kita bersama, aku disini akan tetap tersenyum, memberika suntikan semangat melalui setiap permintaanku kepada Tuhanku.

Jika suatu hari kamu merasa semua yang kita jalani tanpa tujuan,
Ingatlah..
Kita pernah memutuskan untuk bersama, saling jatuh cinta dan berharap pada mimpi yang pernah kita bangun. Berkomitmen menjalani semua, dan saling menjaga segala rasa.

Jika suatu hari kamu ingin mengakhiri ini semua,
renungkanlah..
ada kelelahan yang tak dapat kita sembunyikan dalam menjalaninya, tapi akan ada penyesalan yang terukir pasti dan juga tenaga yang terkuras habis apabila suatu saat nanti kita memutuskan berjalan sendiri.

Jika suatu hari kamu lelah,
Percayalah..
Aku masih disini, di tempat kita biasa bertemu, menunggumu datang untuk kembali bercengkrama, walau sesudahnya ada episode baru bernama rindu yang lebih hebat.

Jika suatu hari kamu merasa dadamu hangat,
peganglah..
Itu doaku, agar kamu selalu merasa tenang. Tuhan sedang menyentuhmu, karena pintaku dalam sujudku.


Untuk kamu yang kucintai dari jauh..
bersabarlah..
Aku disini.. Masih ditempat yang sama,
dengan rindu yang menumpuk,
dan cinta yang tak kalah banyaknya..
Aku disini, menunggumu pulang.
Karena kamu, sudah kubuatkan rumah.
Didalam sini.
dalam hatiku, yang selalu tak pernah gagal untuk kamu sentuh.


-Falla Adinda-

"Teruntuk kamu, Alifadri Indrayana"

Memandangmu tak mampu kulakukan dari jauh, namun mendo’akanmu jarak tak pernah menghalangiku
5 Ways to Happiness : 1. Don’t Hate. 2. Don’t Worry. 3. Live Simply. 4. Expect Less. 5. Give More. InsyaAllah.
by distance…

by distance…

(Source: other-wordly)

Gatcha!

Gatcha!

(Source: ubercreatures, via bookgeekconfessions)

Apa yang lebih bahagia, selain berada satu shaf di belakang kamu?
Jika dua orang memang benar-benar saling menyukai satu sama lain, bukan berarti mereka harus bersama saat ini juga. Tunggulah di waktu yang tepat, saat semua memang sudah siap, maka kebersamaan itu bisa jadi hadiah yang hebat untuk orang-orang yang bersabar. Sementara menanti, sibukkanlah diri untuk terus menjadi lebih baik. Waktu dan jarak akan menyingkap rahasia besarnya, apakah rasa suka itu semakin besar, atau semakin memudar.
Setiap dari kita hanya diminta untuk saling mengenal. Urusan menilai (kemudian menyatukan), itu urusan Allah.
Sukses dibikin nangis :” Makasih semuanyaa :D with Amanda, Deswita, rizkiana, Adhiq , and Raendy H. at Wisma BCA - PT. Mitsui Leasing 3rd floor – View on Path.

Sukses dibikin nangis :” Makasih semuanyaa :D with Amanda, Deswita, rizkiana, Adhiq , and Raendy H. at Wisma BCA - PT. Mitsui Leasing 3rd floor – View on Path.

Target?

Mungkin bener ya kata orang, begitu lulus kuliah, mulai kerja, disitulah kehidupan yg sebenernya dimulai.

Saya baru mulai ngerasain itu, semenjak ngerasain dunia kerja, mulai banyak pertanyaan-pertanyaan yang sebelumnya ga pernah terlintas di pikiran saya. Hmm bukan ga pernah sih tapi ga kepikiran aja. Contohnya? Di kantor, temen-temen saya mulai pada nanya “Target merit umur brp? Udah punya tabungan apa aja? Udah bisa kasih orangtua apa?”

Pertanyaan-pertanyaan kaya gitu yang selama ini ga pernah saya ambil pusing, saya pikir yaudah lah jalanin aja nanti juga ada waktunya. Tapi ternyata ga segampang itu.

Target karir?

Karir apa sih yang lo mau? Kerja kaya apa sih yang dicari? Selalu tentang materi kah? Buat saya, karir yang sebenernya ketika kita kerja, tapi ga berasa kerja. Ada kerjaan yang dimana lo dapet salary yang besar tapi lo ga nikmatin, ngeluh capek lah, ini lah itu lah, ga ada waktu buat keluarga, temen bahkan diri sendiri, buat saya itu bukan kerja yang saya tuju. Saya pingin, walaupun salary atau pendapatannya ga fantastis, tapi saya enjoy, saya nikmatin, ga ngeluh, oke mungkin capek, tapi capek karena kerja yang nyenengin.

Sekarang? 

Sekarang ibaratnya saya masih merangkak, masih meraba-raba kaya apa dunia kerja yang sebenernya, cari pengalaman. Setelah itu baru saya mau ‘cari’ karir yang saya tuju tadi. 

Target nikah?

Saya inget, temen-temen kerja saya bilang lo harus punya target merit la, cewe ibaratnya ada ‘masa aktif’ nya. Saya mikir, apa iya ya? Mereka bilang, cewe umur 25 itu lagi masa ‘matang’, sampe kapan lo ga kepikiran buat target merit? Umur lo skrg 22, dimana kurang lebih 3 tahun lagi buat sampe kesana. Masih belom punya target?

Tapi dari dulu yang saya pikirin, begitu lulus kuliah saya mau kerja, cari penghasilan yang halal, kerjaan yang saya nikmatin, bahagiain orangtua, keluarga, biayain mereka naik haji, beliin rumah dan segala macem embel-embelnya. Tapi saya lupa, saya lupa sama target hidup saya sendiri. Kapan waktu buat diri sendiri? Kapan target nikah? Target karir lo? Target hidup lo selanjutnya?

Di sini saya baru kepikiran, diri sendiri pingin bahagiain orangtua, tapi sampe kapan saya kerja buat menuhin semua itu? Lalu diri saya sendiri? Apa kabar? Terus pertanyaan lainnya, laki-laki kaya apa yang lo cari? Udah ada calon? DHUAARR, selalu diem kalo ada yang nanya pertanyaan itu. 

Laki-laki yang dewasa, mapan, tanggung jawab, sayang sama keluarga, dan yang penting agamanya. Iya sih semua perempuan juga mau yang kaya gitu, tapi segampang itu kah? Segampang itu dapetinnya?

Seorang temen saya pernah bilang, “Sekarang bukan lagi umurnya buat main-main, lo harus punya rencana buat hidup ke depan. Cari pacar? Bukan umurnya lagi cari pacar, tapi cari calon pendamping hidup lo, mulai siapin dari sekarang, cari laki-laki yang punya rencana ke depan, punya tabungan buat masa depan, dan yang terpenting agama yang bakal ngebawa kalian di hidup selanjutnya”

Saya diem, mikir, iya ya? Iya juga, sampe kapan hidup saya selalu “liat nanti aja”. Saya udah harus memilah milah, memilih milih orang kaya apa sih yang nanti jadi partner hidup saya, yang ngebawa saya jauh lebih baik, bukan cuma di dunia lho, tapi di akhirat nanti.

Ya, mulai sekarang saya harus punya rencana, punya target, oke mungkin ga usah terpaku sama target itu, tapi seenggaknya punya plan seperti apa hidup saya ke depan :)

Bismillahirrahmanirrahim….

Cahaya

Setitik cahaya yang aku lihat, samar-samar.

Aku berjalan mendekati, entah kenapa penasaran menghinggapi

Cahaya itu pun pelan-pelan menghampiri, namun tak pasti. Jauh.

.

Setelah hari itu, cahaya itu mendekati mimpiku

Walaupun hanya setitik cahaya kecil, entah kenapa pikiranku lagi-lagi mengarah kesana 

Namun cahaya itu kurasa terlalu jauh. Jauh.

Kutau cahaya itu mendekat pada mimpi lain, sudahlah kupikir tinggalkan saja

.

Tapi, hati kecilku bilang, suatu saat, mungkin nanti cahaya itu mendekat pada mimpiku lagi

Mungkin bukan hanya mimpiku, tapi hidupku

Aku hanya perlu bersabar, tak muluk menantinya.

.

Dan Ya, benar saja.

Cahaya itu dekat, sekarang yang kulihat bukan lagi setitik

Cahayanya lebih besar, lebih indah.

Hangat.

.

Sekarang yang aku tau, dia menghangatkan. Menentramkan.

Entah sampai kapan cahaya ini bertahan. Di sini.

Tak pasti.

.

Esok, apapun bisa terjadi

Entah pergi, entah datang.

Entah hilang, entah mendekat

Aku tak ingin berharap. Tak ingin kecewa yang ku dapat.

.

Tapi sampai kapan?

Sampai kapan tak pasti?

.

Mungkin seharusnya, aku tak harus terus bertanya

Jika waktunya, nanti ada jawabannya

Yang saat ini seharusnya kukatakan, bisa merasakan kehangatannya, cukup buatku.

Terima kasih. Terima kasih sudah menghangatkan.

If you can't be the writer, be the story.